Sabtu, 15 November 2014

Mikidadi Matongo, Anak Ajaib Yang Membuat 7 Juta Kristen Jadi Muslim, Subhanallah...


Subhanallah… sungguh benar-benar Anak Ajaib. Memang dirinya penuh keajaiban sejak dilahirkan. Terlahir dari keluarga Kristen sebagai anak ke-9 (wow!), ia pun benar-benar terlahir secara ajaib, dari seorang ibu yang mengalami kelumpuhan anggota badan tangan dan kaki setelah usia kandungan 5 bulan.
Ajaib pula, bahwa kelahiran dirinya menyertai kesembuhan ibunya. Alhamdulillah… Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyembuhkan ibunya, dan melalui sentuhan ilahi menjadikan dia lahir ke dunia dan menjadi seorang anak yang ajaib.
Dakwahnya dimulai sejak Bayi
Saat usia 9-bulan, ia mengingatkan kepada orang tuanya untuk melaksanakan Aqiqah. Ia juga mengatakan ingin menjadi Muslim. Tentu saja orang tuanya yang saat itu masih Kristen menolaknya. Dan baru terlaksana di sebuah masjid lokal saat ia berusia 3-tahun.
Saat pelaksanaan Aqiqah di Masjid Gongoni, saat itulah terjadi kegemparan. Ia secara ajaib berkhotbah tentang Islam tanpa diajari oleh siapapun, di usia tiga tahun. Menyusul kejadian di masjid itu dan apa yang terjadi di dalamnya, kakaknya, Michael, saat itu juga menjadi Muslim bersama dirinya.
Bapaknya, seorang Inspektur Polisi menjadi murka. Ia secara khusus mengambil cuti untuk memaksa kedua anaknya menjadi Kristen kembali, bahkan siap membunuhnya dengan pistol polisinya.
Namun setelah berdiskusi, dan ia menyadari kalah dalam pertempuran argumen, ia kemudian merelakan anaknya menjadi Muslim. Bahkan ia sendiri berhasrat untuk belajar dan memahami Islam. Setelah itu, ia tidak bisa lagi menolak kebenaran dan menyatakan harus bergabung dengan anaknya di jalan yang benar. Ia kembali ke fitrah, menjadi Muslim, memeluk agama Islam bersama seluruh keluarganya.
Ia mengubah nama baptisnya dari Maurice Robert Matongo menjadi Mikidadi Matongo. Demikian juga istrinya, dari Clemencial Michael Isamaki menjadi Marriam; dari Monica Leonard Jomanga menjadi Mwanaisha.
Semua anaknya juga telah menjadi Muslim: Sara-Sarah; Albert-Abubakar; Mesent-Abdillahi; Devother-Fadhila; Boniface-Ibrahim; Grace-Faudhia; Samwel-Hamza; Jane-Sharifa; dan Michael-Yussuf dan tentunya…
Ya, si Anak Ajaib itu!, Fidelis, yang lahir di Kiloleni (10/10/1986), kota Tabora, Tanzania Utara, Afrika Timur. Dikenal sebagai Sheikh Shariff sejak 22 Desember 1989 setelah khotbah hebohnya di Masjid Gongoni sekaligus saat itu ia menjadi Muslim.
Adapun “Fidelis” menurut cerita bapaknya bukan merupakan nama baptis, tetapi semata pemberian darinya untuk mengingat kelahirannya. Bahkan menurut penuturan dari beberapa sumber, Fidelis mengatakan:
“Mama usinibibaptize, naamini kwa Alla na jumbe wake Muhammad SAW!” Artinya: “Ibu, tolong jangan baptis saya, saya adalah orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, Muhammad SAW!”.
Dan ajaib, itu diucapkan saat baru berusia sekitar 2-bulan! sebagai penolakkan ketika ia hendak dibaptiskan. Dan melalui dirinya, sejauh ini telah menjadikan sekitar 7-juta orang Kristen, kembali ke-fitrahnya sebagaimana setiap orang dilahirkan, yakni menjadi Muslim.
Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah (Islam), maka kedua orang tua-nya lah yang menjadikan dia beragama Yahudi, Nasrani, atau Majusi. (HR. Al-Bukhari: 1358; Muslim: 2658; Ahmad: II/233).
Artikel tentang dirinya, tulisan Andrew England, juga pernah dimuat di surat kabar Skotlandia pada 8 Agustus 1999.
Didalamnya, disebutkan antara lain, bahwa pada usia empat bulan ia mulai membaca ayat-ayat Al-Qur’an. Pada usia satu tahun, ia mampu membaca seluruh Al-Qur’an dan mulai dapat berbicara dalam bahasa Arab, Swahili dan Perancis.
Mikidadi Matongo
Saat usia lima tahun, ia dapat berkotbah dalam lima bahasa, Inggris, Perancis, Italia, Swahili dan bahasa Arab-meskipun ia benar-benar tidak melalui studi khusus. Ia adalah pengkhotbah yang menarik ribuan orang. Di usia ini juga, sebanyak seribu orang telah menjadi Muslim melalui dakwahnya.
Adapun dalam beberapa perjalanan dakwah selanjutnya, antara Mei 1994 sampai Desember 1994 Sheikh Shariff berkhotbah di Kota Dar es Salaam. Kawasan Pantai, Lushoto, di wilayah Tanga, Morogoro di wilayah Morogoro dan di Zanzibar. Dimana total 6870 orang kembali ke Islam.
Dari Maret 1995 sampai Desember 1995 ia berkhotbah di Dar es salaam, seluruh wilayah Pantai, wilayah Lindi. Di wilayah Mtwara dan Songea, Tunduma, Mbinga dan Ruvuma, dimana total 7.805 orang kembali ke Islam.
Dari Mei 1996 sampai Januari 1997, ia berkhotbah di wilayah Morogoro, wilayah Tanga, Iringa, Dodoma, Singida, Arusha, dan di wilayah Moshi Kilimanjaro. Ini adalah tahun yang sama dimana Sheikh Shariff mulai go internasional dengan pergi ke Kenya.
Sementara di Kenya, ia berkhotbah di Mombasa, Malindi, dan Voi, di Kitui, Matinyani, dan Mwingi. Kemudian pindah ke Nairobi City. Selama kunjungan di Kenya, total 38.942 orang memeluk Islam, dst…
Pada 7 Juli 2004 ia pergi ke Uni Emirat Arab di Dubai selama satu minggu, kemudian kembali ke Oman hingga Agustus 2004, kemudian kembali ke Tanzania. Ia melanjutkan dakwah di semua wilayah dan provinsi Tanzania, dimana diperkirakan lebih dari 50.000 orang masuk Islam.
Sampai beberapa waktu yang lalu, Sheikh Sharrif bersama tim dakwahnya dan dukungan berbagai pihak; diantara kemudahan, halangan dan rintangan, alhamdulillah… sudah lebih dari 6.676.269 pria dan wanita telah menemukan kebenaran, telah berada diatas jalan lurus, memeluk Islam. Kembali ke fitrahnya sebagaimana semua orang terlahir sebagai Muslim
 IslamIsLogic.wordpress.com
fb.com/IslamIsLogic
“Guide us to the Straight Path” (QS 1:6)

Wanita Mualaf Ini Islamkan Ribuan Orang Belgia, Subhanallah...


Veronique menjadi mualaf di usia sangat muda. Keputusannya memeluk Islam dipengaruhi penelitiannya soal agama dan terinspirasi teman-teman muslimnya.
Seorang perempuan muda mualaf Belgia mengubah rumahnya menjadi pusat kajian Islam bagi orang Belgia lainnya yang ingin belajar tentang Islam. Hasilnya, ia telah membantu seribu orang baru menerima ajaran Islam lewat pusat kajian miliknya.
Dia adalah Veronique Cools. Maksud wanita ini menjadikan rumahnya sebagai pusat kajian agar membantu orang-orang Belgia menjawab banyak prasangka ketika memandang Islam.
“Prasangka buruk disebabkan mereka tidak mengenal Islam yang sesungguhnya,” kata Veronique sambil mempersiapkan paket makanan buka puasa, seperti dilansir World Bulletin, Senin 14 Juli 2014.
Setelah delapan tahun bejalan, rumah pusat kajian Islam Veronique telah memiliki seribu anggota. Sebagian dari mereka adalah wanita Belgia. Pusat kajian juga terbuka bagi semua muslim Belgia yang tertarik belajar lebih banyak tentang agama mereka.
Veronique menjadi mualaf di usia sangat muda. Keputusannya memeluk Islam dipengaruhi penelitiannya soal agama dan terinspirasi teman-teman muslimnya.
“Sebagai muslim kita harus menjelaskan tentang Islam kepada masyarakat agar tidak ada lagi kesalahpahaman,” ujarnya.
Muslim Belgia diperkirakan mencapai 450 ribu juwa dari populasi sekitar 10 juta. Setengah dari mereka berasal dari Maroko, sementara 120 ribu muslim berasal dari Turki.
Lebih dari 20 persen populasi Brussels, Ibu Kota Belgia adalah muslim asal Maroko, Turki, Pakistan, Bangladesh dan negara-negara Afrika lainnya. Terdapat 77 masjid atau mushala di Brussels dan lebih dari tiga ratus masjid di seluruh Belgia. (World Bulletin/dream.co.id).
IslamIsLogic.wordpress.com
fb.com/IslamIsLogic
“Guide us to the Straight Path” (QS 1:6)

Jumat, 14 November 2014

Upgrade Terus Ilmu dan Amalmu Wahai Muslimah


Dalam sepekan berapa kalikah Anda datang ke majelis-majelis ilmu wahai saudariku? Sekali, dua kali, tiga kali atau mungkin hampir setiap hari, atau bahkan tidak sama sekali?

Sungguh beruntung saudari-saudariku yang hampir setiap harinya diisi dengan menimba ilmu di majelis-mejelis taklim. Namun, tentunya yang tidak memiliki waktu untuk dapat menyempatkan datang ke majelis taklim karena berbagai kesibukan, entah karena urusan rumah tangga dan anak-anak, atau mungkin karena pekerjaan, janganlah sampai ketinggalan untuk terus meng-upgrade ilmu Anda. Sejatinya tidak ada kata berhenti untuk terus belajar hingga akhir hayat.

Sekarang ini banyak sumber ilmu yang dapat kita peroleh selain dari majelis taklim, bisa dari buku, internet atau mungkin juga dari sahabat, saudara dan orang tua kita. Belajarlah berbagai ilmu dan keterampilan, dan tentu yang paling utama adalah ilmu agama sebagai dasar dan landasan kita dalam menjalani kehidupan ini. Mengapa belajar atau menuntut ilmu itu sangat penting, karena ilmu dan pengetahuan kita dapat menyelamatkan ummat dan menjadi pintu kita menuju surga.

Diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah hadist shahih; “man salaka thariiqan, yaltamisu fiihi ‘ilman, shhalallaahu lahuu bihi thariiqan ilal jannah.” Yang artinya, “Barang siapa menempuh jalan untuk menuntuk ilmu, maka Allah memudahkan baginya jalan ke surga.” 
Kewajiban menuntut ilmu dalam Islam tidak hanya dibebankan kepada kaum laki-laki, melainkan kepada setiap muslim secara umum, termasuk juga muslimah. Muslimah yang cerdas dan memiliki pengetahuan yang luas akan memiliki banyak keuntungan dan berpotensi untuk melahirkan generasi-generasi cerdas dan berpengetahuan juga. Muslimah yang cerdas akan menjadi pendamping yang hebat bagi suami dan dapat mengantarkan suaminya tuk memenuhi kewajiban-kewajibannya dengan sebaik-baiknya. Muslimah yang memiliki kedalaman ilmu akan dapat mendidik anak-anak menjadi pribadi-pribadi baik dan berkualitas yang akan membela agama Allah. InsyaAllah.

Namun, tentu muslimah juga dituntut untuk dapat kritis dalam belajar dan menuntut ilmu. Di jaman arus informasi dan teknologi yang berkembang pesat, tidak dapat dipungkiri banyak sumber-sumber pengetahuan yang tidak baik dan bahkan dapat menjerumuskan pada kesesatan. Untuk itu muslimah perlu untuk selalu melihat kebenaran dari ilmu atau informasi yang diperoleh dengan merujuk pada siapakah yang menyampaikan informasi tersebut, bagaimana latarbelakang keilmuan yang dimilikinya, dan yang terpenting apakah informasi atau ilmu yang disampaikannya sesuai dengan sumber ilmu utama kita yaitu Quran dan hadits.

Quran dan hadist adalah sumber ilmu dan pengetahuan yang merupakan wasiat dari Rasulullah. Rasulullah bersabda;“Aku tinggalkan ditengah-tengah kalian dua perkara. Selama kalian berpegang teguh dengan keduanya tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu Kitabullah (al-Qur’an) dan Sunnahku (hadits).”(HR. Malik; Al-Hakim & Baihaqi).

Selain Quran dan hadist kitapun dapat belajar dari sumber lain seperti Sirah Rasulullah, Sirah Para Sahabat dan Sahabiyah, Sirah Nabawiyah, dan Kitab-Kitab Ulama Klasik. Sumber-sumber ilmu tersebut akan memperkaya pengetahuan agama kita, namun tentu akan berat bagi sebagian orang untuk dapat mempelajarinya, terlebih bagi yang tidak atau kurang suka membaca. Untuk itulah adanya majelis-majelis ilmu dengan berbagai tema kajian baik tadabur Quran, sirah dan lainnya akan memudahkan kita untuk mempelajarinya. Mendengar narasumber/penceramah yang menyampaikan kajian mengenai tadabur Quran atau sirah nabawiyah, kemudian meresapi dan mengamalkannya, insya Allah akan menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita.

Dan bagi yang tidak dapat menghadiri majelis taklim karena pekerjaan, karena kesibukan di rumah carilah sumber-sumber ilmu yang terpercaya dari buku-buku, dari internet atau dari sahabat yang sering menghadiri majelis-majelis ilmu. Namun, tentu alangkah baiknya jika sesekali menyempatkan hadir pada majelis-majelis ilmu, entah sendiri atau mungkin bersama keluarga. Jika kita masih sempat untuk pergi ke pusat-pusat perbelanjaan sekedar berkumpul bersama sahabat atau keluarga, cobalah sesekali berubah haluan untuk pergi menghadiri pengajian yang diadakan di sekitar rumah Anda. InsyaAllah, ketika Anda telah merasakan nikmatnya menuntut ilmu di majelis-majelis ilmu dan bertemu sahabat-sahabat baru yang selalu mengajak Anda pada kebaikan dan mempelajari hal-hal yang sebelumnya belum diketahui, Anda akan merasa ketagihan. Perlahan mungkin menghadiri majelis-majelis ilmu akan menjadi kebiasaan dan gaya hidup Anda. 
Ilmu yang baik adalah ilmu yang bermanfaat. Untuk dapat memperoleh ilmu yang bermanfaat, ada adab-adab dalam menuntut ilmu yang sebaiknya kita lakukan, yaitu : 

  • 1.Mengikhlaskan niat menuntut ilmu karena Allah Ta’ala. Tidak boleh kita dalam menuntuk ilmu berniat untuk tujuan yang tidak baik seperti untuk berbantahan dengan ulama, untuk membantah orang-orang bodoh agar terlihat hebat atau perbuatan tidak baik lainnya. Menurut Imam Ibnu Jama’ah rahimahullah, “Niat yang baik dalam menuntut ilmu hendaklah ditujukan hanya untuk mengharap wajah Allah, beramal dengannya, menghidupkan syariat, menerangi hatinya, menghiasi batinnya, dan mengharap kedekatan dengan Allah pada hari kiamat, serta mencari segala apa yang Allah sediakan untuk ahlinya (ahli ilmu) berupa keridhaan dan karuniaNya yang besar.”
  • 2.Memohon ilmu yang bermanfaat. Hendaknya setiap penuntuk ilmu senantiasa memohon ilmu yang bermanfaat kepada Allah subhanahu wa Ta’ala dan memohon pertolongan kepadaNya dalam mencari ilmu, serta selalu merasa butuh kepadaNya. Diantara doa yang Rasulullah ucapkan adalah: “Ya Allah, aku memohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal, dan amal yang diterima.” (HR. Ahmad)
  • 3.Bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Rasulullah bersabda; “Sesungguhnya ilmu yang diperoleh dengan (sungguh-sungguh) belajar, dan sikap sabar (penyantun) diperoleh dengan membiasakan diri untuk sabar. Barangsiapa yang berusaha (keras) mencari kebaikan maka ia akan memperoleh kebaikan dan barangsiapa yang menjaga dirinya dari kejelekan (kejahatan) maka ia akan dilindungi Allah dari kejelekan (kejahatan).” (Diriwayatkan oleh Ibnul Jauzi dalam al’ilal mutanaahiyah dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu)
  • 4.Menjauhkan diri dari dosa dan maksiat. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan dalam kitabnya ad-Daa’ wad Dawaa´ bahwa seseorang tidak mendapat ilmu disebabkan dosa dan maksiat yang dilakukannya. Dosa yang paling besar adalah syirik dan durhaka kepada orangtua. Serta dosa-dosa besar lainnya, seperti makan harta orang lain, utang tidak dibayar, muamalah riba, minum khamr, makan dan minum dari usaha yang haram, membuka aurat di depan yang bukan mahramnya, dusta, ghibah, dan memfitnah seorang muslim. Termasuk sulit untuk menahan gerak lisannya.
  • 5.Tidak boleh sombong dan malu. Lihatlah bagaimana Nabi Musa meninggalkan dakwahnya untuk sementara waktu kemudian menuntut ilmu kepada Nabi Khidir.
  • 6.Diam dan mendengarkan baik-baik pelajaran yang disampaikan. Allah berfirman: “(Yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS. Az Zumar (39) ayat 18).
  • 7.Berusaha memahami ilmu yang disampaikan. Sahabat ‘Abdullah bin Mas’ud pernah berdoa: “Ya Allah tambahkanlah kepada kami keimanan, keyakinan, dan pemahaman (yang benar).” (Diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin Imam Ahmad).
  • 8.Mengikat ilmu dengan tulisan. Rasulullah bersabda; “Ikatlah ilmu dengan tulisan.” (Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abdil Barr dari Anas bin Malik)
  • 9.Mengamalkan ilmu yang telah dipelajari. Rasulullah telah mengingatkan agar kita mengamalkan ilmu yang dipelajari, sebagaimana sabdanya; “Tidak akan beranjak kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hinggat ia ditanya tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang ilmunya, apa yang telah diamalkan, tentang hartanya darimana ia peroleh dan kemana ia habiskan, tentang tubuhnya –capek dan letihnya- untuk apa ia gunakan.” (HR. Ar Tirmidzi).

Dal Dalam hal menuntut ilmu, suri teladan bagi muslimah adalah Ummul mukminin kita Ibunda Aisyah. Beliau terkenal sebagai wanita yang pakar dalam bidang periwayatan hadist –sumber hukum dan ajaran Islam yang kedua-, sejarah bangsa Arab, dan ilmu kedokteran di zamannya. Para penuntut ilmu di zamannya berbondong-bondong menimba ilmu darinya.

Website dan blog Islami


muslimina.blogspot.com
moeflich.wordpress.com
http://islamterbuktibenar.net/
http://dtislam.blogspot.com/

Rahasia di Balik Pengunduran Diri Paus Benedictus XVI


Saya dikabari seorang teman yang punya akses langsung ke Vatikan bahwa sebab mundurnya Paus Benedictus XVI bukanlah sakit seperti diberitakan media selama ini, penyebabnya adalah ada 35 uskup dan pendeta bawahan Paus yang diam-diam masuk Islam. Paus kebingungan menghadapi mereka karena tentu akan membahayakan keimanan Kristen. Sambil terkesiap, saya belum percaya. Saya tanya, dari mana keislaman mereka? Itu dari komunikasi intensifnya dengan Syekh Ahmad Deedat, ulama dari Afrika Selatan yang sohor di Amerika gara-gara perdebatannya dengan seorang teolog Kristen dalam debat “Is Jesus God?” (ada di youtube dan videonya sdh lama beredar di Indonesia). Saya cari-cari beritanya, eeh … ketemu juga. Ini kemudian didukung oleh terjadinya kekacauan dari kalangan gereja Vatikan, terhadap Injil Lama yang di dalamnya terdapat Nama Rasul Muhammad SAW yang sampai saat ini masih berada di Vatikan.
Bagi saya, berita ini sangat menarik luar biasa, bagaimana para pemimpin tertinggi Kristen di pusatnya di Vatikan malah pada masuk Islam? Ini tentu akan menggoyahkan sendi-sendi kekristenan di seluruh dunia. Peta agama dunia sedang berubah! (Moef)
_____________________
PausDakwatuna.com (16/03/13) – Seorang peneliti Saudi mengungkapkan dalam perbandingan agama, kristenisasi dan urusan Vatikan, Direktur Essam tentang alasan sebenarnya Paus Vatikan yang mengumumkan niatnya untuk mengundurkan diri, yang mengguncang komunitas Katolik di seluruh dunia, sebagai Paus pertama kali yang mengundurkan diri sejak 6 abad yang lalu.
Melalui akun twitternya ia mengungkapkan apa yang tersingkap dari faktor faktor sebenarnya, pengunduran diri Paus Benediktus yang ke-16 ini disiarkan pertama kalinya. Dia mengatakan, penyebab utama penguduran diri Paus adalah setelah terjadinya kekacauan dari kalangan gereja Vatikan, terhadap Injil Lama yang di dalamnya terdapat Nama Rasul Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassallam, yang sampai saat ini masih berada di Vatikan.
Terdapat 3 orang dalam Vatikan itu yang menyembunyikan keislamannya. Dan Paus selalu berusaha mencari tahu mereka. Dan salah satu di antara mereka adalah penanggung jawab pembuatan surat pernyataan pengampunan dosa (dalam agama Katolik) dan ada salah satu yang mengumumkan keislamannya. Dampak diumumkannya keislamannya adalah dia pindah ke Afrika Selatan dan tinggal di sana. Di negaranya Ahmad Deedat. Syaikh Ahmad Deedat lah yang menjadi sebab keislamannya.
Beliau menegaskan dalam akun twitternya bahwa sebenarnya pengunduran diri Paus Benediktus XVI bukanlah karena sakit. Karena sebelumnya Paus Yohanes II usianya lebih tua dan penyakitnya lebih parah, namun ia tidak mengundurkan diri dari keuskupan gereja Vatikan. Ini adalah argumentasi untuk menghadapi media.
Dan dia juga telah menentang Vatikan yang telah mendustai kabar keislaman 35 uskup dan pendeta dari pembesar-pembesar Vatikan. Kebanyakan mereka menyembunyikan keislamannya karena kekhawatiran terhadap keselamatan hidupnya, sebagian kecil juga ada yang mengundurkan diri. Dan Paus memilih untuk diam selama 6 tahun. Vatikan sampai saat ini masih belum memiliki kekuatan untuk membantah kabar keislaman 35 uskup tadi. Maka Paus Benediktus XVI pun mengundurkan diri.
Dia juga menambahkan Paus juga berusaha untuk menutupi keislaman mereka dengan melakukan hujatan terhadap Islam dan hinaan kartun Nabi Muhammad secara terang terangan pada tahun 2006. Namun usahanya justru menjadikan senjata untuk dirinya sendiri yang berujung pada pengunduran dirinya.
Dia mengisyaratkan bahwa dokumen-dokumen Vatikan yang menyelidiki surat pernyataan itu tidak seorang pun mengetahuinya sampai saat ini di tangan siapa surat itu berada. Akan tetapi seorang pengamat mengatakan bahwa Paus menghilangkannya bersamaan dengan keluar dari kantor tugasnya segera.
Dia juga menegaskan terdapat arsip-arsip pemberhentian Paus dan penangkapannya di beberapa negara yang dikunjungi karena keterlibatannya dalam menutup-nutupi kekerasan dan skandal seksual.
Dan peneliti ini menutup dengan memotivasi para dai dan ulama untuk melakukan kegiatan dakwah dengan istiqamah untuk mendakwahi orang-orang Katolik dari pengkultusan terhadap Paus dan uskup di bawahnya menuju penyembahan kepada Allah Subhanahu Wata’ala. (sumber: مكافحة العلمانيه)

BERITA TERBESAR ABAD INI: Paus Masuk Islam?


Walaupun, paling tidak hingga hari ini, berita Paus masuk Islam belum bisa dipastikan 100%, tapi magnet itu sangat kuat. Berita mundurnya Paus dan masuk Islamnya akan menjadi BERITA TERBESAR ABAD INI!! Yang jelas terjadi pada diri Paus sekarang adalah ia semakin bersimpati pada Islam, mulai meyakininya dan terus mempelajari serta menguatkan keyakinan barunya. Gejala ini sangat kuat dari apa yang terjadi selama ini. Pernyataan Paus bahwa “through prayer and reflection over the past years, I’ve realized that Allah is the one true God,” adalah sinyal yang sangat jelas bahwa ia sedang meyakini Tuhan yang hanya satu.
BILA pemimpin spiritual tertinggi atau imam tertinggi Kristen ini masuk Islam, apa artinya? Masih adakah yang masih bisa dipertahankan oleh Kristen untuk tetap bertahan sebagai sebuah agama? Kitab sucinya ada 4 versi (Lukas, Yohanes, Paulus dan Markus), ketuhanan Yesus diperdebatkan terus hingga kini (di Barat banyak menjadi penyebab orang Kristen masuk Islam), sudah jutaan orang Kristen sudah masuk Islam di berbagai negara dan ini terus akan bertambah. Yang mengguncangkan Vatikan, 35 orang Kardinal dan Uskup di Vatikan sudah masuk Islam. Kini, pemimpin spiritual tertinggi umat Kristiani di Vatikan mulai bersimpati pada Islam, atau mungkin sudah sudah masuk Islam diam-diam, tapi dirahasiakan, karena akan sangat menggemparkan!!
Hingga kini belum ada yang bisa memastikan, kita hanya bisa menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya!!
________________
DEAD SERIOUSNESS NEWS: POPE BENEDICT XVI RESIGNS PAPACY, CONVERTS TO ISLAM
pope
HOLY SEE – In a shocking press conference Sunday, Pope Benedict XVI revealed to the world that he will be stepping down from the Catholic Church’s highest office. “Through prayer and reflection over the past years,” the world’s holiest man began, “I’ve realized that Allah is the one true God.”
Amid clattering camera shutters and roaring reporters, Pope Benedict patiently answered questions, citing traditional Muslim folklore as well as passages from the Qur’an to explain his decision. His session was interrupted only once, when he swiveled South-East to face Mecca, stooped to the ground, and recited the Asr, one of the five daily prayers central to Muslim belief.
The startling reversal comes as a shock to many familiar with the Pope’s policies on Islam. “Show me just what Muhammad brought that was new and there you will find things only evil and inhuman, such as his command to spread by the sword the faith he preached,” the Bishop of the Vatican famously said of Islam in his 2006 lecture Faith, Reason and the University—Memories and Reflections.
When asked about the quote, Pope Benedict sighed with good-humored remorse and chuckled quietly to himself: “Yeah I’ve regretted that for some time. But I was young and naïve… I see things much clearer now. Besides, I’ve always kinda liked the thought of having a sword. The Cardinals were a real pain on that one.”
When asked whether he would be reverting to his born name, Pope Benedict enthusiastically interjected. “I’ve decided to change my name to Sajjad Sayyid Ratzinger,” His Ex-Holiness explained. “I’m keeping my surname purely for logistical reasons, so my Facebook friends and Twitter followers won’t be confused.”
His transition hasn’t been without opposition. Hours after the press conference, a special Fox and Friends segment aired on FOXNEWS, featuring a picture of the Pope photoshopped to include stereotypical Islāmic features, including: a turban in place of his mitre, darkened complexion, black hair, and Arabic letters spelling out an endorsement of Barack Hussein Obama tattooed across his chest. Beneath the picture, the panel discussed the possible involvement of Pope Benedict XVI, 85, in 9/11. The segment’s title, “The Holy Heathen,” emblazoned the lower left corner of the screen.
This morning, newspapers nationwide featured an editorial by Bill O’Reilly detailing the parallels between the Pope’s “betrayal of God-loving Christians everywhere” with the “betrayal of the American people and the Constitution by Benedict Arnold, his liberal agenda, and his radical left-wing entourage.” (source: http://deadseriousness.com/dead-seriousness-news-pope-benedict-xvi-resigns-papacy-converts-to-islam/)
______________________
Pope Resign and Become a Muslim?
Paus Mengundurkan Diri dan menjadi Seorang Muslim?
paus_mundur_2
Dunia terkejut atas pernyataan pengunduran diri Paus Benediktus XVI. Kepala Gereja Katolik Polandia, Uskup Wojciech Polak, mengatakan pengunduran diri Benediktus merupakan “kejutan besar bagi kita semua”. Kepala Gereja Anglikan mengatakan ia merasa “sedih”. Perdana Menteri Negara Bagian Bavaria (dimana Paus Benediktus lahir dengan nama Joseph Ratzinger pada 1927 di wilayah ini), Horst Seehofer, mengatakan keputusan itu pantas “dihormati meskipun saya secara pribadi sangat menyesal”.
Dalam pidatonya, Senin (11/02), Paus menyatakan bahwa: “Setelah berulang kali merenungkan keyakinan di depan Tuhan, saya sampai pada keputusan bahwa kekuatan saya, karena usia yang lanjut, tidak tepat lagi untuk melaksanakan secara memadai Pelayanan Santo Petrus.”
Ia menyatakan akan meninggalkan pelayanan kepausan mulai 28 Februari 2013 pada pukul 20.00, yang telah dipercayakan kepadanya melalui pemilihan oleh para Kardinal sejak 19 April 2005.
Paus juga mengucapkan terima kasih atas segala dukungan dalam pelayanannya dan juga meminta maaf atas semua kekurangannya. Selanjutnya ia menyatakan akan mendedikasikan kehidupannya untuk doa.
Ehm… Rasanya cukup menarik untuk mengetahui cara berdoanya Paus Benediktus XVI setelah bebas dari kepausan …
Beginikah ? Seperti seorang Muslim !?
pope praying prostrations
pope praying at masjid
Paus Benedictus XVII berdo’a menyerupai shalat bersama Imam Mustafa Cagriche di Masjid Biru, Turki (30/11/2006)
pope-shalat
Atau … Bahkan beliau akan menjadi seorang Muslim !?
Yah, semoga saja Tuhan membuka jalan, apalagi sudah tidak lagi dibebani oleh jabatan. Hanya tinggal kemauan untuk menemukan kebenaran sejati, bukan kebenaran persepsi. Dan tentu saja beliau semakin banyak waktu untuk … membaca, merenung, mempelajari Al-Qur’an :)
Pope receiving the Quran
Paus Benediktus XVI menerima salinan Al-Qur’an dalam acara inter-faith meeting di John Paul II Cultural Center, Washington (17/04/2008)
Pope and Warsi_2
Baroness Warsi, UK’s first female Muslim minister, bertemu Paus Benediktus XVI dalam kunjungan bersejarah menteri Inggris ke Vatikan.
Quran Warsi and Pope
Sesuai dengan tema dialog antar agama, ia juga memberikan salinan Al-Qur’an yang diterjemahkan oleh seorang Yahudi Eropa Timur yang masuk Islam dan membantu menulis konstitusi Pakistan.
Al-Quran_Pope Benedict XVI and Sheikh Nasser Al-Mohammed
Paus Benediktus XVI memeriksa halaman sebuah Al-Qur’an kuno bersama Sheikh Nasser Al-Mohammed.
bukan hanya seperti ini
Paus mencium Al-Quran
Paus Yohanes II mencium Al-Qur’an yang diberikan oleh delegasi dari Irak saat mereka berkunjung ke Vatikan (14/05/1999)

Calon bos CIA masuk Islam



Merdeka.Com
13 Februari 2013
calon-bos-cia-masuk-islam
Calon bos CIA (dinas rahasia luar negeri Amerika Serikat) John Brennan diyakini telah masuk Islam. Keputusan ini diambil saat dia menjadi kepala cabang CIA di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, pada 1996-1999.
Menurut John Guandolo, agen FBI (dinas rahasia dalam negeri Amerika) pensiun lima tahun lalu, sejumlah pejabat Amerika di Saudi saat itu juga membenarkan soal Brennan menjadi muallaf. “Mereka menyaksikan dia masuk Islam,” katanya dalam wawancara via Skype dengan radio Trento, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Selasa (12/2).
Brennan, 57 tahun, merupakan agen veteran CIA dan pernah mengisi sejumlah jabatan, termasuk wakil penasihat keamanan nasional urusan keamanan dalam negeri dan kontra terorisme. Presiden Amerika barack Hussein Obama telah menominasikan dia sebagai direktur CIA menggantikan David Petraeus yang mundur lantaran selingkuh. pencalonannya ini tinggal mengunggu pengesahan dari Senat.
Guandolo menambahkan Brennan juga telah menunaikan ibadah haji bersama beberapa pejabat Saudi yang mengajak dia memluk agama bawaan Nabi Muhammad itu. Beredar pula rekaman video selama Brennan di Makkah dan Madinah.
Guandolo dikenal anti-Islam. Dia juga tidak mendukung pencalonan Brennan itu.[fas]
________________________
Pelita Online.Com21 Februari 2013

Allahu Akbar! Bos CIA John Brennan Masuk Islam

Washington, POL.
john-brennan-direktur-ciaPENASEHAT kontra-terorisme Amerika Serikat (AS) John Brennan yang dinobatkan sebagai Direktur Dinas Intelijen AS (CIA) pada 7 Januari 2013 ini, dikabarkan telah hijrah menjadi seorang Muslim. John Guandolo, Mantan agen Biro Investigasi Federal (FBI) meyakinkan, Brennan telah memeluk Agama Islam.

Guandolo mengungkapkan, Brennan pernah mengunjungi kota suci Mekkah dan Madinah bersama sejumlah pejabat Arab Saudi. Para pejabat Saudi itulah yang konon yang menuntun Brennan sehingga masuk Islam.Peristiwa religius itu terjadi pada dekade 1990-an, tepatnya saat Brennan berdinas di Saudi. Kunjungan Brennan ke dua kota suci itu dilakukan bertepatan musim Haji.Kendati demikian, Guandolo yang mengungkap kabar mengejutkan itu dalam acara Trento Radio Show, tidak menyebutkan apakah Brennan memasuki masjid di dua kota itu atau tidak. Seperti diketahui, seorang non-Muslim jelas dilarang memasuki Masjidil Haram.
“Brennan tidak cocok memimpin CIA. Pemerintah AS yang ada di Arab Saudi (pada dekade 1990an) menjadi saksi mata meningkatnya hubungan Brennan yang bekerja dengan Pemerintah Saudi. Mereka juga menyaksikan Brennan masuk Islam,” tegas Guandolo, seperti dirilis Daily Mail, Jumat (15/2/2013).[]

Profesor Neurosains Masuk Islam Setelah Meneliti Keajaiban Sujud



norolog copyR. FIDELMA O’Leary mendapatkan penghargaan Woman of Spirit tahun 2012. Ia adalah seorang Professor Biologi di Universitas St. Edward di Austin, Texas, AS.
Wanita asli Texas yang berprofesi sebagai Professor Neurosains di Universitas Texas ini, telah menemukan kedamaian dalam islam. Dr Fidelma, yang juga sebagai seorang Dokter Neurologi di sebuat rumah sakit di AS, terpukau ketika melakukan kajian terhadap syaraf-syaraf di otak manusia. Satu hal yang membuat dia terpukau adalah ketika mengetahui bahwa terdapat beberapa urat syaraf manusia yang tidak dimasuki darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan suplai darah agar bisa berfungsi secara normal.
Setelah mengadakan penelitian dengan seksama dan memakan waktu yang lama, Dr Fidelma akhirnya mendapati kenyataan bahwa urat-urat syaraf di otak itu tidak dimasuki darah kecuali bila seseorang sedang shalat, yakni ketika posisi sujud! Ternyata urat syaraf itu memerlukan darah hanya beberapa saat saja, yakni ketika seseorang shalat.
Setelah penelitian itu, Dr Fidelma mencari tahu tentang Islam, lewat buku-buku keislaman dan diskusi dengan rekan-rekannya yang Muslim. Dan akhirnya, dengan kesadaran penuh, Dr Fidelma mengikrarkan keislamannya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat. Allah SWT berkenan memberinya hidayah atau petunjuk pada iman. Keyakinannya pada agama Islam yang baru dianutnya itu demikian besar. Sekarang Dr Fidelma membuka klinik,”Pengobatan dengan Al-Qur’an”. Dia terus mengkaji pengobatan Islami dan memberikan pengobatan dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan apa saja yang dianjurkan Al-Qur’an dan Hadits Nabi Saw, misalnya dengan berpuasa, madu, habbatussauda (jinten hitam), minyak zaitun, dan sebagainya.
Allah SWT berfirman: “Dan apabila kamu menyeru untuk mengerjakan shalat, mereka menjadikannya (shalat itu) sebagai ejek-ejekan dan permainan. Yang demikian itu ialah karena mereka suatu kaum yang tidak berakal.” (Q.S Al Maidah: 58). (Muhammad Ihsan, http://dtislam.blogspot.com/)
Mecca01_normal
Fidelma O Leary stands outside the Grand Mosque in the heart of Mecca. O Leary, a green-eyed blonde from the United States, was born in Ireland to a devout Catholic family and converted to Islam while in college. (Photograph copyright Reza, National Geographic Society).
O'Leary
Fidelma O’Leary answers questions about making the “Hajj,” the sacred pilgrimage to Mecca as an Irish-American Muslim, Feb. 11, in Goldwin Smith Hall’s Hollis E. Cornell auditorium. Both events were part of Islam Awareness Week, which continues through Feb. 19. 

Penelitian ilmiah: Pengaruh bacaan al Qur’an pada syaraf, otak dan organ tubuh lainnya. Subhanallah, menakjubkan!



anotomi-tubuh(Arrahmah.com) - “Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat dan memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca Al-Qur’an…”.
Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Alquran, seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar.
Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya. Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan.
Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Alquran berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.
Penelitian Dr. Al Qadhi ini diperkuat pula oleh penelitian lainnya yang dilakukan oleh dokter yang berbeda. Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984, disebutkan, Al-Quran terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97% bagi mereka yang mendengarkannya.
Kesimpulan hasil uji coba tersebut diperkuat lagi oleh penelitian Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston. Objek penelitiannya terhadap 5 orang sukarelawan yang terdiri dari 3 pria dan 2 wanita. Kelima orang tersebut sama sekali tidak mengerti bahasa Arab dan mereka pun tidak diberi tahu bahwa yang akan diperdengarkannya adalah Al-Qur’an.
Penelitian yang dilakukan sebanyak 210 kali ini terbagi dua sesi, yakni membacakan Al-Qur’an dengan tartil dan membacakan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur’an. Kesimpulannya, responden mendapatkan ketenangan sampai 65% ketika mendengarkan bacaan Al-Qur’an dan mendapatkan ketenangan hanya 35% ketika mendengarkan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur’an.
Al-Qur’an memberikan pengaruh besar jika diperdengarkan kepada bayi. Hal tersebut diungkapkan Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam di Malaysia pada tahun 1997. Menurut penelitiannya, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan ayat-ayat Al-Qur’an dari tape recorder menunjukkan respons tersenyum dan menjadi lebih tenang.
Sungguh suatu kebahagiaan dan merupakan kenikmatan yang besar, kita memiliki Al-Qur’an. Selain menjadi ibadah dalam membacanya, bacaannya memberikan pengaruh besar bagi kehidupan jasmani dan rohani kita. Jika mendengarkan musik klasik dapat memengaruhi kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosi (EQ) seseorang, bacaan Al-Qur’an lebih dari itu. Selain memengaruhi IQ dan EQ, bacaan Al-Qur’an memengaruhi kecerdasan spiritual (SQ).
Mahabenar Allah yang telah berfirman, “Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, simaklah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat” (Q.S. 7: 204).
 

Mu'jizat Islam Copyright © 2008 Green Scrapbook Diary Designed by SimplyWP | Made free by Scrapbooking Software | Bloggerized by Ipiet Notez